Putra Mahkota Arab Saudi Pernah Sesumbar Bisa Bunuh Raja

  • Bagikan
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman. Pangeran Mohammed bin Salman disebut pernah sesumbar bisa membunuh raja Saudi.

Pangeran Mohammed bin Salman disebut pernah sesumbar bisa membunuh raja Saudi

OTTAWA — Mantan pejabat keamanan Arab Saudi yang pernah mengawasi upaya kontra-terorisme gabungan bersama Amerika Serikat (AS) mengatakan putra mahkota pernah sesumbar bisa membunuh Raja Arab Saudi. Hal ini disampaikan ketika Mohammed bin Salman (MbS) belum dinobatkan sebagai putra mahkota.

Saad al-Jabri tidak memberikan buktinya saat mengungkapkan hal itu dalam program stasiun televisi CBS News, Ahad (25/10). Mantan pejabat intelijen itu kini tinggal di Kanada sebagai pengasingan.

Ia mengklaim pada 2014 Pangeran Mohammed bin Salman atau MbS sesumbar ia bisa membunuh Raja Abdullah. Saat itu Pangeran Mohammed tidak memiliki jabatan senior di pemerintahan tapi menjabat sebagai gerbang kerajaan bersama ayahnya ketika ayahnya masih menjadi pewaris takhta.

Raja Salman naik takhta pada 2015 setelah saudaranya Raja Abdullah meninggal dunia karena sakit. Dalam wawancaranya al-Jabri memperingatkan Pangeran Mohammed bahwa ia merekam banyak pembicaraan mereka yang dapat mengungkapkan banyak rahasia kerajaan dan Amerika Serikat.

Dalam program 60 Minute itu al-Jabri memperlihatkan video pendek tanpa suara pada koresponden CBS News Scott Pelley. Al-Jabri mengaku ia dapat dibunuh apabila video tersebut ditayangkan.

Wawancara ini menjadi upaya terbaru al-Jabri untuk menekan Putra Mahkota. Keluarga al-Jabri mengatakan penguasa berusia 36 tahun itu menahan dua putra al-Jabri untuk dijadikan pion demi memaksa ayah mereka pulang ke Arab Saudi.

Jika kembali, al-Jabri yakin ia akan dipenjara atau menjadi tahanan rumah seperti mantan atasannya Pangeran Mohammed bin Nayef yang pernah menjabat sebagai menteri dalam negeri. MbS menggulingkan Pangeran Mohammed bin Nayef dari garis pewaris tahkta pada 2017 lalu.

Al-Jabri mengatakan MbS tidak akan beristirahat sampai ‘dia melihat saya mati’ sebab ‘ia takut dengan informasi saya’. Ia menggambarkan putra mahkota itu sebagai ‘seorang psikopat, pembunuh’.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments