Ini Cara Mencegah Pencurian Data oleh Aplikasi Pinjol

  • Bagikan
Sejumlah anak membaca bersama di dekat dinding bermural di kawasan Tempurejo, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/9/2021). Mural tersebut sebagai sarana imbauan kepada masyarakat terhadap bahaya pinjaman daring atau

Pemerintah diminta segera merealisasikan UU Perlindungan Data Pribadi.

SLEMAN — Beberapa waktu terakhir marak kasus penyalahgunaan atau penjualan identitas diri mengajukan pinjaman online (pinjol). Tidak sedikit masyarakat menerima tagihan dari operator pinjol, walau tidak pernah mengajukan pinjaman.

Peneliti Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi UGM, Ir Lukito Edi Nugroho, menyampaikan beberapa tips yang bisa dilakukan masyarakat untuk mengamankan data pribadi. Sehingga, terhindar dari jeratan pinjol ilegal.

Ia meminta masyarakat tidak gegabah mengunggah identitas diri di media sosial. Pasalnya, data yang telah tersebar di publik sangat rentan disalahgunakan dan diduplikasi untuk kepentingan merugikan pemilik, termasuk pengajuan pinjol.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada bila menerima pesan baik dalam bentuk SMS, WhatsApp, email maupun bentuk lain dari sumber yang tidak jelas atau mencurigakan. Abaikan pesan yang masuk dan jangan klik tautan yang dikirimkan.

“Saat mendapat pesan tidak jelas dari siapapun bentuk apapun sebaiknya tingkat kehati-hatian naikkan. Terlebih, jika pesan mengandung iming-iming menggiurkan dan bombastis patut diwaspadai, sebaiknya langsung dihapus saja pesannya,” kata Lukito, Senin (18/10).

Bila warga terpaksa mengajukan pinjaman, Lukito menyarankan agar pastikan dulu pinjol tersebut terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab, kini banyak aplikasi pinjol tidak terdaftar secara resmi di OJK yang beredar di masyarakat.

Masyarakat pengguna pinjol perlu memahami syarat, ketentuan dan mekanisme dari aplikasi itu. Sebab, banyak yang tertarik menggunakan pinjol karena ditawarkan syarat dan ketentuan peminjaman yang mudah disertai iming-iming menggiurkan.

Sayangnya kondisi tersebut kurang diikuti dengan literasi digital masyarakat untuk memahami mekanisme aplikasi pinjol bekerja. Terlebih, aplikasi pinjol, terutama yang ilegal, sangat bisa melakukan apapun tanpa sepengetahuan kita.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments