Mantan Komandan Taliban Didakwa Bunuh Tentara AS Saat Perang

  • Bagikan
Robot perang milik tentara Amerika (ilustrasi)

Pengacara menilai dakwaan terhadap kliennya tidak berdasar.

 MANHATTAN — Mantan komandan Taliban didakwa membunuh tentara Amerika saat perang pada 2008. Pengacara seorang mantan komandan Taliban yang didakwa membunuh tentara AS mengatakan tidak masuk akal untuk menuntut kliennya. Penilaian tersebut karena kematian yang terjadi pada pasukan AS dalam perang.

Haji Najibullah mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut di pengadilan federal di Manhattan pada Jumat (15/10). Dia mengatakan kepada hakim bahwa tuduhan itu tidak benar.

Pengacara Najibullah, Mark Gombiner, mengatakan bukti akan menunjukkan bahwa tuduhan itu tidak benar. Dia mengatakan kematian tentara AS adalah tragedi besar.  Namun, Gombiner menegaskan, tidak masuk akal bahwa kliennya harus bertanggung jawab atas pembunuhan di ruang sidang AS atas kematian tentara yang berperang dalam perang yang dimulai oleh AS.

Dikutip dari Aljazirah, jaksa AS menolak argumen itu, mengatakan ada preseden hukum untuk mengajukan tuntutan tersebut. Sidang berikutnya dalam kasus ini dijadwalkan pada 18 November dan diperkirakan akan membutuhkan waktu untuk menyelesaikannya di pengadilan.

Jaksa AS mengumumkan pekan lalu bahwa mereka mendakwa Najibullah sehubungan dengan serangan Juni 2008 oleh milisi Taliban di bawah komandonya. Serangan tersebut ditunjukan pada konvoi militer AS dengan senjata otomatis, granat berpeluncur roket, dan bahan peledak lainnya.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments