Golkar Harus Rangkul Pemilih Gerindra dan Nasdem

  • Bagikan
Partai Golkar.

Golkar tetap jadi salah satu parpol dengan basis pemilih yang besar.

JAKARTA — Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Azyumardi Azra menilai bahwa Partai Golkar mulai menghadapi sejumlah masalah pasca pemilihan umum (Pemilu) 2004. Terutama ketika sejumlah kadernya keluar dan mendirikan partai baru, seperti Prabowo Subianto yang mendirikan Partai Gerindra dan Surya Paloh dengan Partai Nasdem.

“Saya kira ini kalau ingin berjaya kembali, maka ini harus dirangkul kembali. Caranya itu harus ada langkah-langkah mengkonsolidasikan kelompok-kelompok yang splitter atau menyempal dari Golkar,” ujar Azyumardi dalam sebuah webinar, Sabtu (16/10).

Ia menjelaskan, Prabowo dan Surya Paloh berhasil mendirikan partai baru yang basis pemilihnya sesungguhnya berasal dari Partai Golkar. Hal inilah yang menyebabkan suara partai berlambang pohon beringin sedikit tergerus dan kesulitan menjadi pemenang pemilu setelah 2004.

“Harus diatasi adalah ketika kesulitan Golkar pasca 2004 itu, itu adalah ketika beberapa tokohnya menyempal menjadi splinter mendirikan partai baru, partai sendiri,” ujar Azyumardi.

Meski begitu, ia menjelaskan bahwa Partai Golkar tetap menjadi salah satu parpol besar di Indonesia dengan basis pemilih yang besar. Partai berlambang pohon beringin itu juga disebutnya salah satu partai modern dibandingkan partai-partai lain.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments