Ingin Dirikan Parpol, Eks KPK Resah Lihat Suasana Kepartaian

  • Bagikan
Sejumlah mantan pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangasaan berkumpul bersama perwakilan Koalisi Masyarakat Anti Korupsi saat pelepasan di Jakarta, Kamis (30/9). Sebagian dari mereka memiliki ide untuk mendirikan partai politik. (ilustrasi)

Mantan pegawai KPK yang dipecat tidak berniat gabung dengan partai yang ada saat ini.

JAKARTA — Rencana mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Rasamala Aritonang untuk mendirikan partai politik mendapat dukungan dari eks pegawai KPK lainnya. Pendirian partai dilakukan menyusul keresahan akan nilai-nilai partai politik yang ada saat ini.

“Rasamala gerah mungkin melihat suasana kepartaian yang tidak memberi ruang untuk nilai-nilai antikorupsi di mana ada saja kader partai yang ketangkap korup,” kata mantan pegawai KPK, Hotman Tambunan di Jakarta, Kamis (14/10).

Dia mengaku tertarik membahas pembentukan partai politik dengan penegasan ideologi anti korupsi dan pancasila tersebut. Hotman bahkan ikut dalam pembahasan rencana pembentukan kendaraan politik yang diketahui bernama partai Serikat Pembebasan itu.

Meski demikian, dia mengakui bahwa partai tidak terlalu berambisi untuk mengikuti pemilu di 2024 mendatang. Hotman juga belum bisa mengungkapkan secara detail persiapan pembentukan partai dimaksud.

“Itu (2024) terlalu jauh lah. Itu (partai) baru hanya sebatas ide dan gagasan. Resah bagaimana nilai nilai anti korupsi juga diimplementasikan di parpol,” katanya.

Mantan kepala satuan tugas pembelajaran internal KPK ini menegaskan, bahwa rekan-rekannya yang dipecat Ketua KPK, Firli Bahuri tidak memiliki niat bergabung dengan partai lain meski ada tawaran datang. Dia mengatakan, hal tersebut mengingat adanya perbedaan nilai antara partai serikat pembebasan dengan partai lain yang sudah ada lebih dulu.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments