Studi: Masjid Amerika Kini Lebih Fleksibel

  • Bagikan
Masjid baru di Indiana tengah, Amerika Serikat

Saat ini perempuan juga tampak lebih terlibat di masjid-masjid AS.

NEW YORK — Masjid-masjid di Amerika Serikat (AS) saat ini tampak menjadi lebih fleksibel terhadap penerapan madzhab. Selain itu, perempuan pun kini lebih dilibatkan dalam struktur kepemimpinan masjid.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah laporan dari Institute for Social Policy and Understanding. Laporan ini dilakukan setiap 10 tahun dengan cara menyurvei masjid-masjid di AS.

Berdasarkan laporan terbaru ini, peneliti Ihsan Bagby mengatakan masjid-masjid Sunni AS kini melakukan pendekatan yang lebih pluralistik terkait madzhab. Mereka tak lagi hanya terpaku pada satu madzhab saja, tetapi meleburkan beberapa madzhab.

“Para pemimpin masjid AS bersandar pada pemahaman Islam yang mengacu pada sumber tekstual yang mendasar (Alquran dan Sunnah) tetapi terbuka pada interpretasi yang melihat tujuan dari hukum islam dan situasi moderen,” jelas laporan tersebut, seperti dilansir The Washington Post.

Selain itu, saat ini perempuan juga tampak lebih terlibat di masjid-masjid AS. Banyak masjid AS yang kembali menghadirkan posisi-posisi pimpinan tertentu untuk perempuan.

Saat ini, ada sekitar 67 persen masjid di AS yang memiliki anggota perempuan dalam jajaran kepengurusan mereka. Angka tersebut mengalami peningkatan bila dibandingkan pada 2000 di mana hanya 50 persen masjid AS yang memiliki jajaran pengurus dari kalangan perempuan.

“Masjid AS lebih terintegrasi dari perspektif gender dibandingkan masjid di tempat lain,” lanjut Bagby.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments