Hingga Juni, Serangan Ransomware Capai 300 Juta Kasus

  • Bagikan
Fasilitas Colonial Pipeline di Baltimore, Maryland, AS, 10 Mei 2021. Serangan dunia maya memaksa penutupan sistem antarnegara bagian yang luas dari Colonial Pipeline sepanjang 5.500 mil, yang membawa bensin dan bahan bakar jet dari Texas ke New York. FBI mengonfirmasi bahwa ransomware Darkside bertanggung jawab atas serangan yang membahayakan perusahaan pipa yang berbasis di Atlanta.

Serangan rabnsomware naik 151 persen year on year.

JAKARTA — Pandemi membuat penggunaan teknologi informasi jadi makin krusial bagi seluruh lapisan masyarakat. Hal ini juga memicu sejumlah oknum untuk menyebarkan ransomware demi memperoleh keuntungan.

Dikutip dari ZD Net pada Senin (2/8), tahun ini, serangan ransomware mengalami peningkatan yang sangat drastis. SonicWall mencatat, pada semester pertama 2021 terjadi peningkatan serangan ransomware sebanyak 151 persen secara year on year.

Karena, pada semester pertama ini, upaya ransomware yang tercatat mencapai 300 juta kasus. Jumlah ini pun membuat tahun ini bisa jadi tahun dengan serangan ransomware terbanyak sepanjang sejarah.

Sejauh ini, serangan ransomware paling banyak terjadi pada bulan April, Mei dan Juni. Negara-negara yang paling banyak terdampak ransomware diantaranya adalah Amerika Serikat, Jerman, Afrika Selatan dan Brasil.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments