5 Gejala Fenomena Subuh yang Harus Diwaspadai Diabetesi

  • Bagikan
Ilustrasi alat cek gula darah. Menurut perkiraan, sekitar 50 persen orang-orang yang menyandang diabetes tipe 2 mengalami fenomena subuh.

Fenomena subuh pada diabetesi biasanya terjadi antara pukul 02.00 hingga 08.00 pagi.

JAKARTA — Pagi hari merupakan waktu yang paling penting bagi penyandang diabetes untuk mengetahui apakah kadar gula darah mereka dalam taraf yang sehat atau tidak. Alasannya, “fenomena subuh” yang terjadi di pagi hari dapat memengaruhi kondisi kadar gula darah penyandang diabetes tipe 2 sepanjang hari.

Fenomena subuh atau fenomena fajar dalam kasus diabetes tipe 2 merupakan istilah untuk menggambarkan sebuah peningkatan kadar gula darah yang abnormal di awal pagi. Menurut Mayo Clinic, fenomena subuh ini biasanya terjadi antara pukul 02.00 hingga 08.00 pagi.

Pada kasus diabetes tipe 2, fenomena subuh bisa menjadi pertanda bahwa tubuh tidak mampu memperbaiki perubahan insulin secara alami di malam hari. Kondisi ini sering kali akan diikuti dengan kadar gula darah yang tinggi secara konsisten di pagi hari.

Menurut perkiraan, sekitar 50 persen orang-orang yang menyandang diabetes tipe 2 mengalami fenomena subuh. Sebuah studi bahkan memprediksi bahwa fenomena ini terjadi pada sekitar 55 persen penyandang kencing manis.

“Pada orang-orang tanpa diabetes, peningkatan glukosanya minimal, tapi pada mereka yang memiliki diabetes, kadar gula darah akan bertahan lebih tinggi dibandingkan normal,” ungkap Dr Sarah Brewer, seperti dilansir Express.co.uk.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments