Sarung Kanjeng, Padukan Nilai Tradisi dan Unsur Kontemporer

  • Bagikan
Jenama Sarung Kanjeng yang dikelola anak muda dari Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

Sarung Kanjeng dobrak pandangan sarung tak sekadar pakaian santri atau untuk ibadah

PEKALONGAN — Sekelompok anak muda di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, berinisiatif memopulerkan sarung batik dengan desain retro kontemporer. Hal itu diwujudkan lewat jenama Sarung Kanjeng yang mereka kelola.

Diproduksi dengan teknik tradisional buatan tangan, Sarung Kanjeng menawarkan konsep sarung yang tidak melulu identik dengan kaum santri. Alih-alih demikian, sarung ditujukan sebagai pakaian sehari-hari (daily outfit) bagi publik yang lebih luas.

Manajer kreatif Sarung Kanjeng, Ma’ruf Al-Haddad, berpendapat selama ini sarung batik kerap diidentikkan dengan busana kaum santri atau pakaian untuk beribadah. Sarung Kanjeng hadir demi mendobrak cara pandang konvensional itu.

“Jadi sarung batik tidak hanya dipakai pas sholat atau di kawasan pesantren saja. Bisa juga untuk ke kafe atau warung kopi,” ungkap Ma’ruf lewat pernyataan resminya yang diterima Republika.co.id.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments