Petrokimia Gresik Hadirkan Tiga Produk Baru

  • Bagikan
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo

Ketiga produk akan bersaing di pasar nonsubsidi atau komersial.

JAKARTA—Petrokimia Gresik secara resmi meluncurkan tiga produk baru untuk memeringati HUT ke-49 akhir pekan kemarin. Ketiganya yakni, pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, tiga produk ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian agar mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan. “Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,” ujar Dwi Satriyo, dalam keterangan, Senin (12/7).

Tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi tahun 2021 juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura. Sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.


“SP-26 PETRO hadir sebagai respons atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,” ujar Dwi.

Ia menambahkan, pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26 persen dan Sulfur (S) sejumlah 5 persen yang mudah larut dan tersedia bagi tanaman. Selain itu juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal dalam suhu ruangan. Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kg hingga 500 kg per hektare tergantung pada komoditas tanaman.

Sementara, Petro Niphos diciptakan sebagai respons atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS. Petro Niphos mengandung unsur hara N (minimal 20 persen), P (minimal 20 persen), dan S (minimal 13 persen) yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya. Pupuk ini juga berbentuk granul, dan diperuntukkan khusus untuk komoditas hortikultura (sayuran daun) dan pangan. Dosisnya bervariasi antara 250 kg hingga 700 kg per hektare sesuai dengan komoditas atau tanaman.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments