Laporkan Pelanggar Prokes di DKI, Identitas Diri Malah Bocor

  • Bagikan
Warga DKI Jakarta memanfaatkan aplikasi Jakarta Kini (JAKI). Aplikasi JAKI juga bisa digunakan warga untuk melaporkan pelanggaran protokol kesehatan (prokes). (ilustrasi)

Niken mengaku mendapatkan intimidasi setelah melaporkan pelanggar prokes ke JAKI.

JAKARTA — Niken Purnama mengaku mendapat intimidasi setelah melaporkan warga dekat rumahnya yang melanggar protokol kesehatan (Covid-19) melalui Jakarta Kini (JAKI), aplikasi resmi milik Pemprov DKI Jakarta. Perempuan 29 tahun itu menuding ada petugas yang membocorkan identitasnya.

Persoalan ini pertama kali diungkapkan Niken di akun Twitter-nya @Niiken_Purnama, Jumat (9/7). “Ngelaporin orang2 depan rumah ga pake masker & nongkrong, ke RT ga mempan. akhirnya lapor via Jaki @DKIJakarta. udah disantronin satpol PP eh malah disebut nama pelapor. gila gila malah gw kena bully. bobrok amat sistemnya,” demikian bunyi cuitannya yang disukai 23 ribu kali dan di-retweet hampir 9 ribu kali itu.

Niken merupakan warga Jalan Sukun Delapan RT09/01, Kelurahan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur. Niken melaporkan warga dekat rumahnya melalui aplikasi JAKI pada Jumat (9/7).

Niken menceritakan, setelah dia membuat laporan, petugas Satpol PP Jakarta Timur langsung mendatangi warga yang melanggar prokes itu. Tapi, keesokan harinya, Niken mendengar sejumlah sindiran dari ibu-ibu sekitar rumahnya.

Woi pakai masker lu semua dibikin viral nanti, jaga jarak,” kata Niken meniru perkataan ibu-ibu yang dinilainya sebagai intimidasi itu.

Malam harinya, Niken kembali mendengarkan perkataan sama yang disampaikan sejumlah remaja ketika berada di depan rumahnya. Niken hanya bisa mendengarkan semua perkataan itu, karena ia dan kedua orang tuanya sedang menjalani isolasi mandiri di dalam rumah.

Niken menuding, petugas Saptop PP-lah yang membocorkan identitasnya kepada warga pelanggar prokes. Sebab, Niken mendengar pecakapan ibu-ibu sekitar rumahnya menyebut petugas Satpol PP yang datang adalah teman mereka.

“Saya juga melihat dan mendengar ada yang sebut nama saya. Sampai sekarang ini saya merasa diintimidasi karena masih disindir-sindir,” kata Niken ketika dihubungi, Senin (12/7).

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments