AS Iingatkan China Agar tak Serang Militer Filipina di LCS

  • Bagikan
Kapal induk USS Nimitz ikut dikerahkan untuk latihan di Laut China Selatan (ilustrasi).

China mengklaim perairan Laut China Selatan berdasar sembilan garis putus-putus.

WASHINGTON–Amerika Serikat (AS) kembali memperingatkan China bahwa serangan ke Angkatan Bersenjata Filipina di Laut Cina Selatan (LCS) akan memicu pemberlakukan perjanjian kerja sama pertahanan AS-Filipina 1951. Peringatan ini disampaikan melalui pernyataan tertulis Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken.

Pernyataan tersebut dirilis dalam memperingati lima tahun putusan pengadilan arbitrase yang membantah klaim China terhadap LCS. Beijing mengklaim sebagian besar wilayah di perairan tersebut yang disebut Sembilan Garis Putus-putus.

Wilayah itu juga diklaim oleh Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Pada Jumat (9/7), China lalu menegaskan kembali mereka tidak mengakui putusan tersebut. “Amerika Serikat menegaskan kembali kebijakan 13 Juli 2020 mengenai klaim maritim di Laut China Selatan,” kata Blinken, Senin (12/7).

Menteri luar negeri AS itu menyebutkan kebijakan pemerintah mantan Presiden Donald Trump yang menolak klaim Cina atas sebagian besar sumber daya alam di LCS.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments