Lukisan Sebagai Penghormatan kepada Korban Kondominium Miami

  • Bagikan
Foto-foto orang hilang, surat cinta, dukungan dan doa yang terpasang di dinding peringatan untuk korban yang masih tertimbun reruntuhan Apartemen Champlain Towers South di Surfside, Florida, Selasa (29/6).

Seniman membuat lukisan raksasa sebagai penghormatan pada korban reruntuhan di Miami

SURFSIDE — Roberto Marquez terbang dari Dallas ke Miami hampir dua pekan lalu dengan harapan dapat membantu menggali puing-puing bangunan kondominium Florida Selatan yang runtuh. Namun sesampainya di sana, muralis ini kecewa mendengar bahwa bantuannya dihargai tetapi tidak dibutuhkan.

Pencarian korban secara epik sudah dilakukan oleh pasukan penanggap pertama, awalnya untuk korban selamat dan sekarang untuk mayat. Hingga Jumat (10/7), setidaknya 79 orang telah dipastikan meninggal dan puluhan lainnya masih hilang.

Meski tidak bisa membantu pencarian secara langsung, seniman berusia 59 tahun itu merasa terdorong untuk berkontribusi pada tujuan tersebut. Dia ingin dapat mengangkat komunitas Surfside di tengah begitu banyak penderitaan.


Saat itulah Marquez memutuskan akan menggunakan bakat seninya untuk membantu menerjemahkan rasa sakit menjadi harapan dan ketahanan. “Apa yang terjadi adalah sebuah tragedi. Tidak ada cara untuk mengatasi tragedi ini … tapi satu hal yang bisa kita raih, saya katakan, adalah harapan,” kata Marquez sambil mengoleskan cat abu-abu ke kanvas.

Marquez menyapu sepasang kanvas raksasa yang digantungnya di pagar dekat gedung runtuh yang telah menjadi tugu peringatan dadakan. Foto-foto mereka yang meninggal dan menghilang tergantung di pagar di antara karangan bunga yang layu dan di atas koleksi barang yang terus bertambah. Lilin, boneka binatang, sepak bola, dan bahkan sepatu ditinggalkan orang untuk menghormati dan mengingat para korban.

Dalam memorial itu, Marquez melihat sebuah komunitas kesakitan. Sesekali, orang-orang datang untuk berjalan di sepanjang koleksi kenangan. Dia terkadang melihat orang menangis.

Marquez pun berharap karya seni yang terdiri dari dua panel berukuran tinggi 2,4 meter dan lebar hampir 3,6 meter itu akan membangkitkan sentimen lain dan berfungsi sebagai penghormatan kepada para korban dan komunitas yang berduka. Dia mengatakan lukisan itu terinspirasi oleh ahli kubisme seperti Pablo Picasso dan mahakaryanya “Guernica” yang menggambarkan sebuah kota di reruntuhan setelah dibom selama Perang Saudara Spanyol.

“Ceritanya ada di sini dan saya mencoba membawanya keluar,” kata seniman itu.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments