Prancis Minta Hungaria Dijatuhkan Sanksi karena UU Anti-LGBT

  • Bagikan
Bendera LGBT

Menteri Prancis tak setuju jika Hungaria harus dikeluarkan dari Uni Eropa.

PARIS — Menteri Muda Urusan Eropa Prancis  Clement Beaune berharap ada sanksi untuk Hungaria atas undang-undang anti-LGBT yang diterapkan negara Eropa Timur tersebut. Tapi ia tidak ingin negara itu dikeluarkan dari Uni Eropa.

Hal ini menegaskan kembali sikap Prancis dalam pernyataan yang sebelumnya disampaikan Presiden Emmanuel Macron. “Saya tidak mendukung Hungaria dikeluarkan dari Uni Eropa,” katanya pada RTL Radio, Rabu (30/6).

Pekan lalu pemimpin negara-negara Uni Eropa mengkritik keras Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban atas undang-undang anti-LGBT yang baru. Para pemimpin Uni Eropa menegaskan kembali komitmen untuk membela hak-hak kelompok minoritas dan menekan Budapest untuk menarik undang-undang tersebut.

Pada awal bulan ini parlemen Hungaria meloloskan undang-undang yang melarang semua materi pendidikan dan program yang dianggap mempromosikan homoseksualitas, perubahan gender, dan penyimpangan seksualitas pada anak-anak. Langkah ini mendapat kritikan keras dari organisasi hak asasi manusia.

Pada Jumat (25/6) lalu Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan Hungaria ‘tak punya tempat’ di Uni Eropa. “Bagi saya Hungaria sudah tidak memiliki tempat di Uni Eropa,” kata Rutte pada wartawan sebelum masuk ke pertemuan Uni Eropa di Brussels, pekan lalu.

“Namun sayangnya, dalam sistem yang kami miliki, saya tidak bisa melakukannya sendiri, tapi (bersama) 26 negara anggotanya lainnya mengatakan ‘anda harus pergi’ ini harus dilakukan tahap demi tahap, dalam jangka waktu tertentu, anda berharap mereka akan mengadopsinya,” tambah Rutte.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments