Prabowo Teken Kerja Sama Pertahanan dengan Prancis

  • Bagikan
Menhan Prabowo Subianto bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Rapat tersebut beragendakan pembahasan anggaran dan rencana pembelian alat utama sistem persenjataan atau alutsista yang menelan anggaran hingga Rp1.750 triliun.

Penandatanganan DCA tindak lanjut hasil pertemuan kedua Menhan pada Januari 2020.

JAKARTA — Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Prabowo Subianto, dan Menhan Prancis, Florence Parly, menandatangani perjanjian kerja sama di bidang pertahanan alias defence cooperation agreement (DCA). Perjanjian kerja sama pertahanan itu di antaranya meliputi bidang intelijen, pelatihan dan pendidikan militer, ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Saya mengharapkan DCA akan dapat meningkatkan komunikasi dan kerja sama tidak saja antara Kemhan, tetapi juga antara angkatan bersenjata kedua negara, seperti antara kedua angkatan udara dan darat, khususnya di bidang pelatihan dan pendidikan,” ujar Prabowo, dikutip dari laman Kemhan, Selasa (29/6).

Pembentukan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari hasil pertemuan kedua Menhan pada Januari 2020 lalu. Setelah melalui perundingan cukup panjang, di tengah pandemi Covid-19, kedua Menhan menyepakati teks DCA. Perjanjian itu tidak hanya menjadi payung kerja sama pertahanan, tetapi juga memperkokoh kemitraan strategis kedua negara yang ditandatangani pada 2011.

Prabowo mengatakan, perjanjian kerja sama pertahanan atau DCA menjadi payung penting bagi kerja sama pertahanan yang komprehensif antara Indonesia dan Perancis. Perjanjian dilakukan dengan prinsip saling menguntungkan di berbagai bidang yang menjadi kepentingan kedua negara.

Perjanjian kerja sama pertahanan ini di antaranya meliputi bidang intelijen, pelatihan dan pendidikan militer, ilmu pengetahuan dan teknologi, industri pertahanan. Kemudian juga kerja sama pasukan pemelihara perdamaian, pemberantasan terorisme serta pengembangan dan penelitian industri pertahanan termasuk produksi bersama.

Selain itu, perjanjian juga mencakup bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana seperti pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum mereda. Dalam DCA, kedua negara sepakat untuk meningkatkan dan memperkuat hubungan bilateral yang telah terjalin. Itu dilakukan melalui kegiatan kerja sama di bidang pertahanan berdasarkan prinsip kesetaraan, saling percaya dan dialog.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments