Kemenperin Prioritaskan Produksi Gas Oksigen

  • Bagikan
Sejumlah warga antre untuk mengisi ulang tabung gas oksigen di Kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (28/6/2021). Pedagang mengaku permintaan isi ulang tabung gas oksigen mengalami peningkatan setelah terjadi lonjakan kasus positif COVID-19.

Kemenperin prioritaskan produksi gas oksigen bagi kebutuhan medis.

JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memprioritaskan produksi dan distribusi gas oksigen bagi kebutuhan medis. Khususnya guna penanganan pasien Covid-19.

Sebelumnya, rasio peruntukan oksigen bagi keperluan medis dan industri sebesar 40:60. Saat ini, rasio penggunaan oksigen menjadi 60:40 antara kebutuhan medis dan kebutuhan industri.

“Suplai oksigen dari industri aman dengan kemampuan pasok sebesar 850 ton per hari. Sementara kebutuhan oksigen untuk penanganan Covid-19 sekitar 800 ton per hari. Kami juga mendahulukan kebutuhan pasokan oksigen bagi medis,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Selasa (29/6).

Menurut data Kemenperin, saat ini utilitas rata-rata industri gas oksigen sebesar 80 persen dari kapasitas terpasang sebesar 866.100.000 kilogram  per tahun. Dengan begitu, masih ada ‘idle capacity’ sekitar 225 juta kg per tahun. “Apabila ‘idle capacity’ masih belum mencukupi, pasokan gas oksigen untuk industri dapat dialihkan untuk kebutuhan medis,” kata Menperin.

Ia menggarisbawahi, produksi dan distribusi gas oksigen diprioritaskan guna kebutuhan rumah sakit dan fasilitas kesehatan dalam menangani lonjakan kasus Covid-19. Gas oksigen untuk kebutuhan industri disalurkan setelah kebutuhan rumah sakit serta fasilitas kesehatan terpenuhi.

“Sampai saat ini,pengaturan keduanya masih terkendali,” tuturmya. Menurut Agus, peningkatan kebutuhan tabung oksigen terjadi karena rumah sakit menambah fasilitas ruang perawatan dalam penanganan Covid-19, baik dalam bentuk bangsal maupun tenda darurat.

  • Bagikan
0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments